B Satu Kaum yang memalsukan Hadits karena mengikuti hawa nafsu Tiba-tiba ia berkata dan meminta kepada saya sambil berteriak, katanya: "Ibu saya masuk neraka, dan telah saya saksikan keadaannya." Karena melihat kegelisahan pemuda tersebut, saya berpikir untuk membacakan baginya satu nishab bacaan saya untuk menyelamatkan ibunya, di
Kudus Hari pertama masuk sekolah di Kudus disambut positif para orang tua murid. Mereka sangat antusias mengantarkan anaknya masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2016/2017, Senin (18/7). Hal ini tentu saja sesuai dengan harapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, agar orang tua mengantar anaknya hari pertama masuk sekolah.
HaditsHadits Hadits Kewajiban Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak; "Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik. (HR. Al-Hakim). Ketika beliau SAW masuk menemuinya, maka beliau mendapatinya sedang diliputi (dikelilingi) keluarganya. Beliau SAW bertanya, Apakah ia telah meninggal
ZABAQ ORANG TUA NABI MUHAMMAD MASUK SYURGA TAU NERAKA? zabaq
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" [at Tahrim : 6]. Dalil tersebut jelas menunjukkan perintah Allah untuk menjaga anak-anak agar terhindar dari kejahatan dan keburukan. Maka para orang tua memiliki kewajiban untuk mengasihi anak dengan penuh kasih sayang.
Ajaranagama Islam senantiasa disandarkan pada 2 sumber utama yaitu Al Qur'an dan AL Hadits. sedang sumber hukum yang lain (Ijma, Qiyas, masali mursalah dan seterusnya, merupakan sumber hukum yang menjadi pedoman setelah Al Qur'an dan Al Hadis, sumber-sumber tersebut di gunakan apabila tidak ditemukan adanya ketetapan hukum dalam Al-Qur'an dan
Mendidikanak perempuan memiliki keutamaan bagi orang tuanya.
Seseorangmengucapkan satu kata yang dibenci Allah SWT, ia tidak begitu memperhitungkan kata tesebut, akan tetapi satu kata tersebut menyebabkannya masuk neraka." (HR. Bukhori) Begitu juga hadis riwayat Mu'adz bin Jabal ra. "Tidaklah manusia terjerumus ke dalam neraka kecuali karena perkataannya." • Adab Berbicara a.
Hadisriwayat Zaid Bin Khalid Al-Juhani, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi untuk bertanya tentang barang temuan. Rasulullah bersabda: Kenalilah wadah dan talinya, lalu umumkanlah setahun, jika pemiliknya datang, maka berikanlah. Kalau tidak, maka terserah kepadamu. Orang itu bertanya lagi: Bagaimana kalau temuan itu berupa kambing?
buahdari keikhlasan. Saturday, March 12, 2011 tarbiyah. Keikhlasan memiliki banyak buah, Diantaranya: 1. Masuk surga yang penuh kenikmatanHal ini dijelaskan Allah SWT dalm firman-Nya:"kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlas.
wwdYyDw. Masuk surga bisa bersama orang tua kita yang beriman, bahkan kalau anak kurang dalam beramal, keshalihan orang tua akan mengangkat anaknya. Ingat, asalkan beriman dan bertauhid. Allah Ta’ala berfirman, وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚكُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ “Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” QS. Ath-Thuur 21 Karena Iman dan Keshalihan Orang Tua Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa di antara kesempurnaan kenikmatan bagi penduduk surga, Allah menghubungkan antara keturunan yang beriman dengan orang tua mereka. Anak-anak tersebut akan dihubungkan dengan orang tuanya dalam keimanan walaupun keimanan anak-anak tersebut kurang, pen.. Lebih-lebih jika anak-anak tersebut memiliki iman yang lebih, tentu akan lebih selamat. Allah akan mengangkat derajat anak-anak tadi sederajat dengan orang tua mereka, walaupun keimanan mereka tidak bisa menggapai orang tuanya. Itulah balasan untuk orang tua mereka, sebagai karunia juga untuk orang tua mereka. Namun hal tersebut tidaklah membuat Allah mengurangi pahala amalan orang tua mereka. Demikian penjelasan Syaikh As-Sa’di dalam kitab tafsirnya, Taisir Al-Karim Ar-Rahman atau disebut pula Tafsir As-Sa’di. Apa yang Dimaksud Anak Mengikuti dalam Iman? Disebutkan dalam Tafsir Ath-Thabari dalam sebagian penjelasannya, yang dimaksud adalah mengikuti di atas tauhid dalam beriman. Bagaimana Jika Masuk Neraka? Apakah jika orang tua masuk neraka, anak akan ikut orang tua pula? Ingatlah antara surga dan neraka bukanlah dalam satu hukum yang sama. Neraka adalah tempat ditetapkannya hukum keadilan sedangkan masuk surga itu karena karunia Allah, pen.. Termasuk keadilan adalah Allah akan memberikan hukuman kepada seorang hamba karena dosa. Makanya dikatakan dalam ayat di atas bahwa amalan setiap orang akan tergadai. Artinya, setiap orang tidaklah mewariskan dosa pada lainnya dan seseorang tidaklah memikul dosa lainnya. Lihat penjelasan Syaikh As-Sa’di dalam kitab tafsirnya. Anak Jadi Penyejuk Mata di Surga Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim karya Imam Ibnu Katsir, Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata, “Allah akan mengangkat derajat dari keturunan seorang mukmin, walaupun anak keturunannya kalah dalam beramal. Hal ini punya tujuan untuk jadi penyejuk mata bagi orang tuanya.” Apa Berkah Orang Tua dan Apa Manfaat dari Anak? Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan bahwa ayat ini menunjukkan bagaimanakah berkahnya amal orang tua terhadap anak. Adapun manfaat dari anak terhadap orang tuanya adalah ia terus mendoakan orang tuanya. Ada hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad shahih menurut Imam Ibnu Katsir dalam tafsir ayat ini, “Allah meninggikan derajat seorang hamba yang shalih di surga.” Lantas ia berkata, “Wahai Rabbku, apakah surga ini untukku?” Dijawab, “Engkau masuk surga berkat permintaan ampun dari anakmu untukmu.” Pelajaran yang Dipetik Anak akan ditolong dengan keshalihan orang tuanya, walau anak tersebut belum bisa menyamai keimanan orang tua. Berkah dari orang tua yang beriman dan shalih adalah bisa mengangkat derajat anaknya di surga sehingga sama derajatnya dengan orang tua. Berkah dari anak shalih adalah selalu mendoakan orang tua dengan doa ampunan. Sekeluarga bisa masuk surga dan sederajat asalkan beriman dan bertauhid. Setiap amal manusia tidak akan dikurangi dan disia-siakan. Setiap orang tergadai dengan amalnya, yaitu tidak akan menanggung dosa dari lainnya. Semoga setiap orang tua dibekali keimanan dan kita pun dikaruniai anak yang menjadi penyejuk mata. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad, hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Referensi Tafsir Ath-Thabari karya Ibnu Jarir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim karya Ibnu Katsir, dan Tafsir As-Sa’di karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, aplikasi di iPad dikeluarkan oleh — Ditulis saat menjelang Shubuh pada penerbangan pulang dengan Saudia Airlines, 13 Shafar 1440 H Senin, 22 Oktober 2018, perjalanan Jeddah – Jakarta Oleh Muhammad Abduh Tuasikal
Orangtua memiliki kewajiban dalam mendidik dan mengasuh anak dengan tuntutan agama. Hal tersebut harus dilakukan agar anak bisa menjadi sosok yang shaleh. Namun, tidak semua orangtua bisa melakukan tanggung jawab tersebut. Masih banyak orangtua shaleh namun memiliki anak yang suka berbuat maksiat. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari si anak sendiri dan lingkungan mereka. Hal ini berpotensi membawa anak masuk ke jurang neraka di akhirat kelak. Namun, tidak hanya akan menyeret dirinya sendiri, anak tersebut juga bisa membuat orangtua yang sudah divonis akan masuk surga akhirnya batal dan justru terjerumus ke dalam neraka. Golongan orangtua bagaimanakah yang akan mengalami nasib seperti itu? Berikut informasi selengkapnya. Orangtua yang shaleh dan telah divonis akan masuk ke dalam surga bisa batal memasukinya dan justru terjerumus ke dalam neraka adalah orangtua yang melihat anaknya berbuat maksiat namun ia tidak melarang perbuatan tersebut. “Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini!’ Sang ayah berkata Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?’ Sang anak berkata Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku.’” Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya’ban 1420 H Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” Mengenai tafsir dari ayat di atas, Qatadah berkata “Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!” Ibnu Jarir juga berkata “Kita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!” Sedangkan Ibnu Umar berkata “Didiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.” Dari tafsir yang sudah dijelaskan oleh para mufassir di atas, jelaslah bahwanya Allah SWT memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka. Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat kelak. Hal senada juga dapat difahami dari hadits shahih yang berbunyi “Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” HR Bukhari dan Muslim Dari hadist di atas mengisyaratkan bahwa apabila ada orangtua yang mendidik anaknya dengan tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya di dunia tersebut saat hari kiamat kelak. Demikianlah informasi mengenai orangtua yang batal masuk surga karena anaknya. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua mendidik buah hati dengan ajaran agama. Agar anak tersebut menjadi sosok yang shaleh dan membawa kita masuk ke dalam surga, bukan menjerumuskan ke dalam api neraka karena perbuatan mereka.
Jakarta - Perbuatan yang buruk tentu akan diganjar dengan keburukan pula. Demikian pula yang terjadi ketika anak berbuat durhaka kepada kedua orang tua. Bisa jadi kunci masuk neraka. Islam membawa ajaran yang penuh cinta dan kasih sayang. Termasuk kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya yang menjadi kewajiban umat muslim. Ketika seorang anak melakukan durkaha kepada orang tua maka murka Allah SWT akan datang SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 23-24 Surat Al-Isra ayat 23۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاArab-Latin Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmāArtinya Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang Al-Isra Ayat 24وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاArab-Latin Wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrāArtinya Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Al Fath bab Uququl Walidain, menjelaskan maksud uququl walidaini adalah apa saja yang dapat menyakiti kedua orang tua yang dilakukan anaknya. Perkara ini meliputi perbuatan dan perkataan kecuali perbuatan syirik atau melakukan maksiat yang tidak ditentukan sebagai dosa kepada orang tua.Hubungan antara orang tua dan anak terkadang tidak selalu berjalan mulus. Ada saja konflik yang menyebabkan renggangnya hubungan orang tua dan anak. Namun sebaiknya, masing-masing saling introspeksi diri agar tidak merugikan di dunia maupun di buku Keajaiban Doa & Ridho Ibu oleh Mutia Mutmainnah, ada 11 perbuatan yang termasuk durhaka kepada orang tua1. Menyakiti fisik2. Menyakiti perasaannya3. Berkata 'Ah' dan mengeraskan suara4. Membicarakan keburukan orang tua5. Mencaci atau menjadi sebab dicaci orang6. Membelalakkan mata7. Bakhil8. Sangat membebani9. Tidak peduli dan menjauhi orang tua10. Tidak mengakui orang tua11. Berlaku zalim kepada orang tuaDiriwayatkan sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda"Siapa membuat kesedihan hati ibu dan ayahnya, maka dia telah durhaka kepada keduanya," HR. Thabrani dari Ja'far bin Muhammad As Sholah.Hindari melakukan perbuatan yang melukai hati orang tua. Bagaimanapun juga, doa orang tua termasuk dalam doa yang diijabah Allah SWT, sebagaimana hadits Rasulullah SAW"Tiga orang yang tidak akan tertolak doanya, yaitu doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir." HR Al-Baihaqy. Simak Video "Syakir Daulay Akhirnya Pulang dan Minta Maaf ke Orang Tua" [GambasVideo 20detik] dvs/erd