Diamengakui Gus Dur pantas dipanggil sebagai Maha Guru. Lebih lanjut Budiharto mengungkapkan ajaran Gus Dur mengenai toleransi terhadap agama, golongan, dan budaya berbeda-beda masih melekat sampai sekarang. "Dengan diwarisi pandangan nasionalisme beliau, maka kita semua generasi muda dan selanjutnya untuk menjaga NKRI ini dengan berlandaskan
Dulunamanya Blog Campursari, atas ide dan masukan teman-teman bloger, mending judul blog di ganti dengan nama Blog Orang Lombok karena isinya kebanyakan informasi tentang budaya Lombok ..Yaaah APAPUN JUDULNYA yang penting kita bisa berbagi cerita, informasi, bisnis dan promosi,artikel menarik yang intinya sama - sama bisa menambah
KebudayaanBali. Bali berasal dari kata “Bal” dalam bahasa Sansekerta berarti “Kekuatan”, dan “Bali” berarti “Pengorbanan” yang berarti supaya kita tidak melupakan kekuatan kita. Supaya kita selalu siap untuk berkorban. Bali mempunyai 2 pahlawan nasional yang sangat berperan dalam mempertahankan daerahnya yaitu I Gusti Ngurah
Papuaadalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur Papua Bagian Barat (dulu Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini.Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap
UpacaraTanak Juran merupakan sebuah upacara yang dilaksanakan di Istana Kesultanan Sumbawa dalam bentuk do’a bersama untuk memohon keselamatan pada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari dimana pada malam pertama, pertengahan, dan khususnya pada malam terakhir tampil perwakilan dari 4 (empat) Juran,
Mayoritaspenduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam
DuhCerobohnya Orang AKKBB . Kalau kita berbicara soal yang sesat-sesat dan nyeleneh-nyeleneh, ternyata sumbernya tidak jauh-jauh dari Gus Dur (Abdurrahman Wahid).Selain Gus Dur sendiri dan istrinya (Shinta Nuriyah), ada juga keponakan Gus Dur (?) (Ulil Abshar Abdalla dedengkot JIL –Jaringan Islam Liberal), mertua Ulil (A. Mustofa Bisri tinggal di Rembang Jawa
Adapendapat yang mengatakan bahwa suku asli Bali adalah suku Aga yaitu salah satu subsuku bangsa Bali yang bermukim di Desa Trunyan. Masyarakat Bali Aga dianggap sebagai orang gunung yang bodoh. Menurut Covarrubias, seniman Bali adalah perajin amatir, yang melakukan aktivitas seni sebagai wujud persembahan, dan tidak peduli apakah namanya
Momenceramah Gus Miftah dikoreksi Said Aqil Siradj terjadi saat mengisi pengajian di Madinah, Arab Saudi di hadapan jamaah Indonesia. Dalam ceramahnya, Gus Miftah menceritakan mengenai kasus perundungan yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat Nabi Muhammad SAW hijrah, kata Gus Miftah, ada satu
Dalamdunia musik, Bang Ben (begitu ia kerap disapa) adalah seorang seniman yang berjasa dalam mengembangkan seni tradisional Betawi, khususnya kesenian Gambang Kromong. Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil kawin
H7wX. Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika DENPASAR - Enam orang seniman dan budayawan dari Bali menerima anugerah pengabdi seni tahun 2021 yaitu Adi Sewaka Nugraha. Hadiah ini diserahkan secara langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Keenam seniman yang mendapatkan Adi Sewaka Nugraha merupakan bentuk apresiasi pemerintah Provinsi Bali, atas pengabdian dan dedikasi para seniman dan budayawan yang tanpa kenal lelah dan putus asa dalam hal pelestarian, pembinaan, dan pengembangan seni budaya Bali. “Proses pemberian penghargaan didasari atas usulan dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Lembaga Seni, Lembaga Pendidikan, seperti ISI, UMHI maupun instansi lainnya, untuk kemudian diseleksi oleh tim penilai dan selanjutnya ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur Bali,” kata Kadisbud Provinsi Bali Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha. Penerima Adi Sewaka Nugraha memberi gambaran mengenai perjalanan berkesenian yang telah dilakoni serta semangat ngayah dalam berkesenian oleh para seniman dan budayawan. Penerima Adi Sewaka Nugraha ini diberikan piagam penghargaan dan uang tunai masing-masing sebesar Rp Baca juga Denpasar Raih Juara I Lomba Busana Adat Kerja dan Busana Casual pada PKB XLIII Keberadaan Adi Sewaka Nugraha ini diharapkan mampu menggelorakan semangat beraktivitas para seniman maupun generasi selanjutnya untuk menggali, melestarikan, membina dan mengembangkan seni budaya Bali serta penciptaan karya-karya seni yang pada akhirnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Enam seniman penerima Adi Sewaka Nugraha adalah Ni Ketut Arini maestro tari dari Denpasar, I Nyoman Sujena seniman tari dari Desa Antosari, Tabanan, I Wayan Suweca seniman karawitan dari Gianyar, I Ketut Suarna Dwipa seniman tari dari Desa Tejakula, Buleleng, Ida Nyoman Sugata seniman pedalangan dari Karangasem dan I Ketut Gede Rudita seniman karawitan dari Kabupaten Badung. Sosok Ni Ketut Arini sudah tak asing lagi di dunia tari Bali. Perempuan kelahiran Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Kota Denpasar, 15 Maret 1943 ini dikenal sebagai salah seorang maestro tari Bali, khususnya Tari Condong. Baca juga Didesain Kedux Garage, Dua Patung Sang Kala Trisemaya Akan Hiasi Jalan Gajah Mada Denpasar I Nyoman Sujena memerankan tokoh Bima, bagi pecinta kesenian Bali 1980-an hingga 1990-an, tentu masih ingat dengan kesenian sendratari Mahabrata. Tokoh pentingnya, Bima dan Sekuni. Setiap kali sendratari produksi Pemerintah Provinsi Bali itu dipentaskan, panggung terbuka Ardha Chandra yang berkapasitas lebih dari penonton itu selalu penuh sesak. Penonton menunggu-nunggu aksi apik tokoh Bima dan Sekuni. Selanjutnya, I Wayan Suweca justru terkenal sebagai seniman karawitan.
Saya tidak pernah menyangka jika ternyata perasaan mampu mempengaruhi inspirasi saya dalam melukis. I Gusti Ngurah Gede Pemecutan merupakan representasi sosok seniman Bali dengan karakter dan ciri karya yang sangat khas. Ia merupakan pelopor teknik melukis dengan menggunakan sidik jari. Meskipun telah menjadi guru bagi banyak seniman muda, hingga saat ini belum ada yang dapat disejajarkan dengan sosok pria kelahiran 9 April 1967 ini. Hal inilah membuatnya mendapatkan pengakuan secara internasional sebagai seniman dengan karakter yang sangat otentik. Dalam bidang seni lukis, teknik lukis dengan sidik jari termasuk dalam aliran pointilisme. Pointilisme sendiri dapat didefinisikan sebagai aliran seni lukis yang menggunakan komponen berupa titik-titik untuk membentuk suatu lukisan utuh. Sebenarnya banyak tokoh pelukis pada aliran ini yang telah mendunia, antara lain Georges Seurat, Paul Signac dan Vincent van Gogh. Meski demikian, tokoh-tokoh tersebut umumnya menggunakan kuas dan palet untuk membuat karya-karya mereka. Perbedaan mendasar dari karya Gede Pemecutan adalah penggunaan jari telunjuk untuk membentuk titik-titik dalam lukisannya, yang membuatnya memiliki kekhasan tersendiri. Selain itu, ia hanya menggunakan warna-warna dasar dalam karya-karyanya. Hal ini membuat gradasi warna yang terbentuk dalam lukisan dihasilkan dari perpaduan banyak titik, sehingga pengerjaannya pun membutuhkan ketelatenan dan ketelitian yang tinggi. Teknik melukis dengan sidik jari sebenarnya ditemukan Ngurah Gede Pemecutan secara tidak sengaja, sebuah kegagalan yang berhasil. Ngurah Gede Pemecutan berkisah awalnya inspirasi itu muncul saat ia mengerjakan sebuah lukisan tari baris, tepatnya pada tanggal 9 April 1967. Lukisan itu tak kunjung selesai, menimbulkan kekesalan yang membuatnya berniat merusak lukisan itu dengan menempelkan jemarinya yang penuh cat. Setelah beberapa waktu ditinggalkan, Ia merenungi lukisannya tersebut dan muncul inspirasi untuk menciptakan lukisan dengan jari telunjuk. Inspirasi itu muncul ketika saya mengerjakan sebuah lukisan tari baris yang tak kunjung selesai. Karena kesal, saya akhirnya menempelkan jemari saya yang penuh cat. Salah satu karya terbaik Ngurah Gede Pemecutan adalah lukisan yang mengisahkan tentang peristiwa perang Puputan Badung. Pada lukisan tersebut digambarkan suasana pertempuran antara pasukan Badung yang dipimpin raja Pemecutan melawan pasukan Belanda. Pada akhir pertempuran seluruh pasukan Pemecutan gugur dan hanya tersisa 2 orang bayi yang selamat. Karya yang memakan waktu pengerjaan hingga 18 bulan ini tak lain menceritakan tentang ayahanda Ngurah Gede Pemecutan sendiri, yaitu Anak Agung Gede Lanang Pemecutan yang ketika itu merupakan satu dari kedua bayi pewaris trah bangsawan Pemecutan. Ngurah Gede Pemecutan memang memiliki perhatian besar kepada generasi muda, sehingga Museum Lukisan Sidik Jari pun tak lepas dari visi menginspirasi tersebut. Karena itu sejak awal penggagasannya, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai wahana untuk mengabadikan karya sang maestro, tetapi juga menjadi sebuah wahana pendidikan. Selain ruang pameran, museum ini pun secara rutin mengadakan kelas tari serta melukis bagi anak-anak dan remaja. Di usia senjanya, Ngurah Gede Pemecutan berharap generasi muda Bali bangga dengan kesenian tradisional yang menjadi identitas dari tanah kelahiran mereka. Lukisan-lukisan sidik jari karya Ngurah Gede Pemecutan dapat kita saksikan di Museum Lukisan Sidik Jari yang beralamat di Jl. Hayam Wuruk no. 175 Denpasar. Sebagian besar koleksi museum ini memang menonjolkan karakter khas dari karya sang pelukis, yaitu tersusun atas titik-titik yang membentuk suatu kesatuan lukisan yang utuh. Selain koleksi lukisan sidik jari, di dua segmen ruang pameran pertama pengunjung juga dapat melihat karya-karya awal Ngurah Gede Pemecutan sebelum fase penemuan teknik sidik jari. [TimIndonesiaKaya]
- Indonesia memiliki seniman seni rupa yang terkenal dan beberapa diantaranya telah mendunia. Seniman-seniman tersebut diantaranya, Abdullah Suriosubroto, Affandi Koesoma, Barli Sasmitawiyana, Basuki Abdullah, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, dan Popo berkarya, para seniman memiliki gaya berbeda-beda untuk menghasilkan suatu karya seni yang kemudian menjadi ciri khas sendiri. Kesamaannya adalah seluruh seniman tersebut berkarya di bidang seni dari Antropologi 2009 karya Dyastiningrum, seni rupa diartikan sebagai karya seni yang bisa dirasakan oleh indera manusia, khususnya indera penglihatan dan perabaan. Dalam menikmati suatu karya seni, nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat objektif dan subjektif. Seni rupa terbagi menjadi dua jenis, yaitu seni tiga dimensi dan dua dimensi. Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni yang dapat dilihat dari segala arah, karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Sedangkan seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dua ukuran atau sisi, panjang dan lebar. Misalnya gambar, lukisan, seni grafis,desain komunikasi visual brosur, banner, website. Dalam pembuatan suatu karya seni membutuhkan teknik-teknik tertentu. Misalnya dalam seni rupa dua dimensi terdapat teknik seni lukis, seni batik, kriya anyaman, tatah sungging, dan seni grafis. Infografik Tokoh Seni Rupa Indonesia. Tokoh Seni Rupa Indonesia 1. Abdullah Suriosubroto Abdullah Suriosubroto lahir di Semarang pada tahun 1878 dan meninggal di Yogyakarta tahun 1942. Ia merupakan anak dari tokoh pergerakan nasional, Wahidin Sudirohusodo. Aliran seni yang dianutnya adalah naturalisme. Ia sangat suka melukis pemandangan alam. Abdullah Suriosubroto dikenal sebagai pelukis Indonesia pertama pada abad ke-20. Anaknya yang bernama Basoeki Abdullah juga bergelut dalam dunia seni. Ia dikenal dengan karyanya dalam menjuarai lomba lukis wajah Ratu Belanda Juliana. Pada 1949, Ratu Belanda Juliana membuka sayembara melukis potretdirinya. 2. Affandi Koesoema Affandi Koesoema lahir pada Mei tahun 1907. Ia menciptakan banyak lukisan dengan berbagai aliran dan tidak menentukan satu aliran seni untuknya. Pada tahun 1950, Affandi mulai mengerjakan teknik melukis plotot, yakni menorehkan cat langsung dari tube-nya. Ia adalah pelukis Indonesia yang karyanya terkenal di berbagai negara. Affandi telah menghasilkan lebih dari 2000 lukisan. Pada tahun 1950, ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. 3. Barli Sasmitawiyana Barli Sasmitawiyana lahir di Bandung pada tanggal 18 Maret 1921 dan meninggal pada 8 Februari 2007. Seniman asal Bandung ini menganut aliran seni realisme. Ia pernah menerima penghargaan Satyalancana Kebudayaan pada tahun 2000. Bersama Affandi, Hendra Gunawan, Soedarso, dan Wahdi Sumanta, Barli Sasmitawinata membentuk “Kelompok Lima Bandung.” Pada tahun 1948, Barli mendirikan Sanggar Seni Rupa Jiwa Mukti. Sejak tahun 1930 Barli dikenal sebagai ilustrator di Balai Pustaka, Jakarta. Ia juga menjadi ilustrator untuk beberapa koran yang terbit di Bandung. 4. Basuki Abdullah Basuki Abdullah lahir di Desa Sriwedari, Surakarta, pada tanggal 27 Januari 1915. Ia adalah seniman bergaya realisme. Ia anak dari seniman terkenal R. Abdullah Suryosubroto dan ibunya bernama Raden Nganten Ngadisah. Pada sebuah kompetisi di Belanda, ia mengalahkan 87 orang pelukis Eropa dan mengharumkan Indonesia. Karya seni lukis Basuki Abdullah berjudul Diponegoro memimpin Pertempuran, dapat diakses melalui link berikutLink Karya Seni "Diponegoro" Basuki Abdullah 5. Hendra Gunawan Hendra Gunawan lahir di Bandung pada tanggal 11 Juni 1918 dan meninggal di Denpasar tahun 1983. Karyanya beraliran realisme, setelah sebelumnya ia menganut ekspresionisme. Beberapa hasil lukisannya yang melegenda adalah Jual Beli di Pasar, Perempuan Menjual Ayam, Sketsa, Bisikan Iblis. Kehidupan kesenian Hendra didokumentasikan dalam buku "Hendra Gunawan A Great Modern Indonesian Painter" 2001.6. Henk Ngantung Henk Ngantung lahir di Bogor, 1 Maret 1921. Tidak hanya menjadi seorang pelukis, Henk Ngantung juga wakil gubernur periode 1960-1964 dan gubernur Jakarta tahun 1964-1965. Pada Bulan Agustus 1948, ia mengadakan pameran tunggal di Hotel Des Indes, Jakarta. Karya seni lukis Henk Ngantung berjudul Tanah Lot, dapat diakses melalui link berikutLink Lukisan "Tanah Lot" Henk Ngantung 7. Popo Iskandar Pada awalnya aliran seni Popo Iskandar, terpengaruh oleh gurunya yang bernama, Ries Mulder, orang Belanda yang mengajar di Juruan Seni Rupa. Ries cenderung berkiblat pada mazhab kubisme dan abstrak. Tetapi pengaruh realisme Hendra Gunawan pun tetap kuat. Seiring berjalannya waktu, Popo menemukan gaya seninya sendiri. Ia memiliki kegemaran melukis kucing sehingga ia mendapatkan julukan sebagai pelukis kucing. Lukisannya berjudul Young Leophard, Bulan di Atas Bukit, Bunga, Cat dan masih banyak juga Pameran Seni Rupa Rencana Kerja, Jadwal Kegiatan, dan Tahapan Pengertian Seni Rupa Murni Kenali Aspek-Aspek Beserta Contohnya Tokoh-Tokoh Karya Seni Rupa Populer, Picasso hingga da Vinci - Pendidikan Kontributor Chyntia Dyah RahmadhaniPenulis Chyntia Dyah RahmadhaniEditor Yonada Nancy