Khotbah Ibadah GPIB Senin, 13 Nov 2023 - Menjadi Kerabat Yesus - Lukas 8:19- 21 Khotbah Ibadah GPIB Hari Minggu, 12 November 2023 - PEMIMPIN YANG MENGARAHKAN - LUKAS 8:1-3 (SGD) Pelayanan Kristus, Perempuan-perempuan yang melayani Yesus Penjelasan Ayat Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 11 November 2023 - PERCAYA PADA PROSES - YOHANES 4:41-42 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 11:17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 11:18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, d dan tidak minum, e dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. 11:19 Kemudian Anak Manusia datang Lukas 10:1–12 = Yesus mengutus tujuh puluh murid ( Matius 8:19–22) Lukas 10:13–16 = Yesus mengecam beberapa kota ( Matius 11:20–24) Lukas 10:17–20 = Kembalinya ke tujuh puluh murid. Lukas 10:21–24 = Ucapan syukur dan bahagia ( Matius 11:25–27; Matius 13:16–17) Lukas 10:25–37 = Orang Samaria yang murah hati. Lukas 10:38–42 Yang terakhir, Saudara. Jika kita perhatikan ayat 15-17, kita akan melihat bahwa Yesus tidak menolak penyembahan yang diberikan oleh orang Samaria itu. Malah mengkonfirmasinya. Dalam ayat 15, kita melihat bahwa orang Samaria ini memuliakan Allah dengan suara nyaring. Lukas 17:20-21 TB. Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: ”Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” InjilLukas - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Bertahan dalam Kasih dan Pengampunan (Lukas 15: 11-32) - GKJ Nehemia Pondok Indah. Ruang Doa dan Perenungan - Mazmur Daud - RABU, 24 FEBRUARI 2021 PEKAN I PRAPASKAH Bacaan I : Yunus 3:1-10 Bacaan Injil : Lukas 11:29-32 TANDA DAN TOBAT Istilah “tanda”. Ayat 6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. (TB) Ayat 7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." (TB) Dari Luk 9:51 sampai Luk 18:14 Lukas menyimpang dari kisah Markus. Dalam rangka sebuah perjalanan Yesus, sebagaimana disarankan oleh Mar 10:1, naik ke Yerusalem, Luk 9:53,57; 10:1; 13:22,33; 17:11; bdk Luk 2:38+, Lukas mengumpulkan bahan-bahan yang diambil dari sebuah kumpulan (cerita dan perkataan Yesus), yang juga dimanfaatkan oleh Matius, dan dari sumber-sumber lain yang dapat digunakan Lukas. Teks -- Lukas 19:1-10 (TB) 19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 19:4 Maka berlarilah ia 11 One day Jesus was praying in a certain place. When he finished, one of his disciples said to him, “Lord, teach us to pray, just as John taught his disciples.”. 2 He said to them, “When you pray, say: “‘Father,[ a] hallowed be your name, your kingdom come.[ b] 3 Give us each day our daily bread. 5sJG. O que estĂŁo olhando no site? Deixados para trĂĄs IV – A Nova Geração 329 Cronograma de Crescimento Espiritual 319 DĂ­zimos Votos e Ofertas – 6 312 Administração Financeira 235 Paulo, ApĂłstolo de Cristo 233 InvestigaçÔes BĂ­blicas – Pentateuco – 1 231 Jejum e Apresentação de Crianças 227 TRAJETÓRIA DE UM CAMPEÃO 225 SĂ©rie EmoçÔes 201 Policarpo 193 BibleProject – ANTIGO TESTAMENTO 185 Transformando Mensagens CHATAS – 12 148 SĂ©rie Atitudes – 6 Temporada – 7Âș EpisĂłdio – 2 TimĂłteo 1 2 TimĂłteo 1 Paulo expressa gratidĂŁo a Deus ao se lembrar da fĂ© sincera de TimĂłteo, que foi passada de sua avĂł LĂłide e sua mĂŁe Eunice. Ele encoraja TimĂłteo a manter a chama da fĂ© viva em seu coração e lembra-o de que Deus nĂŁo lhe deu um espĂ­rito de medo, mas de poder, amor e autodisciplina. Leia Mais... SĂ©rie Atitudes – 6 Temporada – 6Âș EpisĂłdio – 1 TimĂłteo 6 1 TimĂłteo 6 Aos desobedientes Paulo adverte contra aqueles que ensinam falsas doutrinas e nĂŁo concordam com a sĂŁ doutrina de Jesus Cristo. Ele descreve essas pessoas como orgulhosas, que tĂȘm um interesse doentio em controvĂ©rsias e brigas acerca de palavras. Isso resulta em inveja, brigas, difamaçÔes e suspeitas malignas. Neste capĂ­tulo, Paulo alerta TimĂłteo que o auxĂ­lio a pessoas necessitadas nĂŁo Ă© abrangente a todos que precisam e sim aqueles que atendem a requisitos mĂ­nimos como idade e fidelidade. Aqui neste capĂ­tulo Ă© utilizado as viĂșvas como exemplo, jĂĄ que estas eram as mais necessitadas na Ă©poca, e assim como utilizado em todo o livro ao citar cargos mĂ­nimos, tambĂ©m utiliza deste artifĂ­cio para especificar as caracterĂ­sticas mĂ­nimas das pessoas que a igreja iria ajudar. Da mesma forma, determina que pessoas consagradas, no mĂ­nimo, a presbĂ­tero e dedicasse sua vida a ensinar os ensinamentos de Deus e fosse eficiente nisso, deveria receber em dobro. Leia Mais... Berterima kasih adalah hal yang mudah sekaligus sulit. Mudah karena kita semua dapat mengucapkannya. Hanya dua kata saja. Sulit karena kita seringkali lupa melakukannya. Ucapan terima kasih sering dipahami sebagai hal kecil dan sepele sehingga orang tidak merasa berdosa jika lupa berterima kasih. Tapi saudaraku, hal yang dianggap kecil dan sepele ini akan memprihatinkan dan fatal dalam hubungannya dengan Tuhan. Kitapun seringkali lupa berterima kasih dan mengucap syukur kepada Tuhan atas segala kebaikanNya. Tema khotbah kita hari ini dari Lukas 1711-19 adalah “BERSYUKUR DAN MULIAKAN ALLAH”. Kisah penyembuhan bagi 10 orang kusta ini pertama – tama menampilkan tentang Yesus sebagai Allah yang berkuasa menyembuhkan penyakit. Tapi juga menyampaikan pesan tentang hal bersyukur dan memuliakan Allah. Penyakit kusta dianggap sebagai aib dan kutukan. Orang yang sakit kusta dikucilkan. Itulah sebabnya 10 orang yang sakit kusta ini datang kepada Yesus dengan berdiri agak jauh dan berteriak minta tolong. Mereka tidak mengharapkan hal yang muluk – muluk. Mereka hanya mengharapkan belas kasihan. “Yesus, Guru, kasihanilah kami”. Teriakan yang singkat tapi menggambarkan penderitaan yang sangat besar. Penderitaan secara fisik sakit kusta yang menyakitkan tubuh dan mengancam nyawa. Juga penderitaan batin karena terbuang dan dikucilkan dari hubungan dengan sesama. Sepuluh orang kusta ini percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan mereka. Mereka menaruh harapan besar kepada Yesus. Terbukti, ketika Yesus tidak secara langsung menyembuhkan mereka, Yesus menyuruh mereka “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam – imam”. Sepuluh orang kusta ini taat tanpa ragu. Mereka segera pergi melakukan perintah Yesus. Di tengah perjalanan terjadilah mujizat, mereka menjadi tahir. Betapa senangnya jika apa yang kita inginkan menjadi kenyataan. Tahir dari sakit kusta bukan hanya sekedar sembuh tapi juga pulih dalam hubungan dengan sesama. Sembilan orang kusta yang lain pergi berjumpa dengan keluarga dan orang – orang yang sebelumnya mengucilkan mereka. Kesembuhan diberi tapi mereka lupa sumber kesembuhan itu. Mereka tidak kembali untuk berterima kasih pada Yesus. Kesembuhan tidak menyentuh hati mereka. Mereka menerima anugerah Allah tetapi tidak merespons dengan dengan ucapan syukur. Hanya seorang dari mereka, yaitu orang Samaria. Namanya tidak dicatat tetapi kebangsaannya disebut. Orang Samaria sebenarnya memiliki hubungan darah dengan Yahudi tetapi orang Yahudi menolak orang Samaria. Maka Yesus memakai teladan orang Samaria untuk mengoreksi kehidupan orang Yahudi. Si Samaria tahu diri. Ia mengingat Yesus. Ia bukan hanya mematuhi perintah Yesus untuk menemui imam, tetapi juga kembali pada Yesus setelah sembuh. Ia kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring. Ia tersungkur menyembah Yesus. Ia mengucap syukur. Jika Sembilan orang lainnya mendahulukan relasi dengan sesama yang lain, si Samaria medahulukan relasi dengan Yesus. Ia merayakan relasi dengan Yesus, yang tadinya hanya bisa berdiri agak jauh. Orang Samaria melakukan apa yang tidak dilakukan orang Yahudi, yaitu bersyukur dan memuliakan Allah. Karena itu, orang Samaria ini, bukan hanya memperoleh kesembuhan fisik tahir dari sakit kusta tapi ia juga mendapatkan bonus luar biasa yaitu berkat keselamatan “
 imanmu telah menyelamatkan engkau”. Orang Samaria menjadi teladan dalam hal iman. Beriman bukan saja taat melakukan perintah Allah tapi juga bersyukur dan memuliakan Allah. Pertanyaan Yesus “dimanakah yang sembilan orang itu? Itu juga menjadi pertanyaan yang menegor kita. Sebab sejujurnya hidup kita sama dengan Sembilan orang itu. Kita menerima kasih, keselamatan dan berkat – berkat yang tak terbilang banyaknya, kita yang mengalami pertolongan dan perlindungan Tuhan, tapi kita lupa mengucap syukur. Tuhan memberi berkat tetapi kita lupa pada sang sumber berkat itu. Banyak contoh dalam keseharian hidup kita. Manakah yang lebih banyak kita lakukan dalam hidup, saat sakit, saat kehabisan uang, saat bergumul bersyukur atau mengeluh? Memuliakan Allah atau bersungut? Apakah doa kita lebih banyak berisi daftar permintaan atau pujian kepada Allah? Apakah kerja dan pelayanan kita penuh sukacita atau beban? Allah telah menyatakan kebaikan bagi kita. Hidup kita adalah anugerahNya. Allah mewujudkan banyak harapan dan impian kita seperti mewujudkan harapan dan impian orang-orang yang sakit kusta. Karena itu, hidup bukan sekedar rutinitas biasa untuk dijalani. Hidup adalah mujizat untuk disyukuri. Banyak hal bisa kita lupakan dalam hidup kita tetapi jangan pernah melupakan Tuhan. Jangan lupa bersyukur dan memuliakan Allah. Bersyukur dan memuliakan Allah adalah wujud iman. Selamat Hari minggu. Tuhan memberkati 11 A caminho de JerusalĂ©m, Jesus passou pela divisa entre Samaria e Ao entrar num povoado, dez leprosos dirigiram-se a ele. Ficaram a certa distĂąncia13 e gritaram em alta voz "Jesus, Mestre, tem piedade de nĂłs! "14 Ao vĂȘ-los, ele disse "VĂŁo mostrar-se aos sacerdotes". Enquanto eles iam, foram Um deles, quando viu que estava curado, voltou, louvando a Deus em alta Prostrou-se aos pĂ©s de Jesus e lhe agradeceu. Este era Jesus perguntou "NĂŁo foram purificados todos os dez? Onde estĂŁo os outros nove?18 NĂŁo se achou nenhum que voltasse e desse louvor a Deus, a nĂŁo ser este estrangeiro? "19 EntĂŁo ele lhe disse "Levante-se e vĂĄ; a sua fĂ© o salvou".