ataskapal. Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini yaitu: 1. Untuk mengetahui proses pengelasan las listrik kapal. 2. Untuk mengetahui pengoprasian dan perawatan mesin las listrik. 3. Untuk mengetahui penggunaan las listrik pada perbaikan kapal. 1.4 Sistematika Penulisan Dalam sistematika penulisan penyusun karya tulis ini dibagi dalam Makadari itu dikembangkan teknologi pembuatan kapal material aluminium dan baja .Pada Kapal Patroli Polisi - Kelas A1 63 meter digunakan antara baja dan aluminium menggunakan proses pengelasan GTAW pada pengelasan aluminium dengan bimetal dan FCAW, SMAW pada pengelasan baja dengan bimetal karena setiap bahan memiliki komponen yang berbeda Dalampembuatan kapal patroli polisi harus memiliki kecepatan yang baik tanpa mengesampingkan kekuatan dari kapal tersebut. Maka dari itu dikembangkan teknologi pembuatan kapal material aluminium dan baja .Pada Kapal Patroli Polisi - Kelas A1 63 meter digunakan antara baja dan aluminium menggunakan proses pengelasan GTAW pada Aluminiumditambah dengan magnesium dalam komposisi dalam komposisi yang sesuai untuk menghasilkan aloi Proses pembuatan aloi . Besi dileburkan melalui pemanasan. Membuat badan kapal terbang,kapal dan basikal lumba. Dicatat oleh PEMBUATAN ALOI di 9:00 PTG. PembuatanKapal Aplikasi Aluminum foam . 31 BAB III METODE PENELITIAN Parameter proses pembuatan aluminum foam Spesimen Fraksi Massa Temperatur o C NaCl .wt Al .wt0 A 100 850 B 40 60 850 C 45 55 850 D 50 50 850 32 Perhitungan perbandingan fraksi massa NaCl dengan aluminium, sebagai berikut : 1. Aluminiumbanyak digunakan sebagai bahan baku pada industri pembuatan komponen kapal seperti jendela kapal serta komponen otomotif di IKM Kabupaten Tegal. Pembuatan jendela kapal hanya menggunakan dua jenis limbah aluminium sebagai bahan baku yaitu velg mobil dan blok mesin. Hal ini dilakukan secara turun temurun tanpa adanya data pendukung secara ilmiah. Tahapanpemurnian aluminium bisa dilihat pada gambar 10. Pertama-tama bauksit dicampur dengan larutan kimia seperti kaustik soda. Campuran tersebut kemudian dipompa ke tabung tekan dan kemudian dilakukan pemanasan. Proses selanjutnya dilakukan penyaringan dan diikuti dengan proses penyemaian untuk membentuk endapan alumina basah (hydrated alumina). Gambar2.2. Peleburan alumina menjadi ingot cetakan aluminium 7 Gambar 2.3. Aliran proses pada pembuatan coran 10 Gambar 2.4. Proses mol cetakan pasir 17 Gambar 2.5. Liner kering 19 Gambar 2.6. Liner basah 20 Gambar 2.7. Mesin Inline tipe 21 Gambar 2.8. Mesin V tipe 22 Gambar 2.9. Gambar Mesin W tipe 22 Gambar 2.10. Padaproses pembuatan kapal memang sangat rumit harus dibutuhkan skill yang mumpuni untuk membangun sebuah kapal yang akan digunakan sebagai sarana transportasi laut, kapal tidak boleh miring atau nungging maupun dongak. Selain itu pemasangan piranti navigasi kapal juga sangat rumit untuk pemasangan dan perangkaiannya. newbiemembuat trit (ini trit pertama ane) sebelumnya maafin ane kalo ane :repost: maklum ane kan newbie nih gan infonya: Proses produksi kapal di Indonesia dari desain sampai kapal jadi terdapat 3 komponen penting yang terkait yaitu Bagian Desain, Bagian Produksi dan Bagian Material Setiap bengkel mempunyai tugas/pekerjaan yang berbeda-beda tapi satu dengan yang lainnya saling berkaitan. tAaFLo. Pembuatan Kapal Aluminium MNOL, Jakarta – Bahan logam aluminium yang digunakan dalam proses pembangunan kapal dan sebagai bahan untuk konstruksi tangki kapal atau yang lainnya merupakan bagian penting dalam sebuah kapal. Untuk perawatan bahan tersebut, Sjaifuddin Thahir dari Divisi Asset PT Biro Klasifikasi Indonesia BKI memiliki tips merawat bahan yang terbuat dari aluminium supaya kuat dan dapat tahan lama. “Aluminium dapat mengalami deformasi tapi biasanya tidak atau tanpa terjadi kebocoran. Namun bila kapal mengalami tabrakan yang cukup berat atau keras maka kapal juga akan mengalami lubang atau kebocoran,” ungkap Thahir dalam sebuah catatan di akun medsosnya. Grade dari aluminium yang digunakan untuk kapal atau pada lingkungan air laut biasanya adalah grade dengan seri-5000 dan seri-6000 series. Untuk aluminium yang dipakai pada tangki biasanya adalah seri-5052, seri-5083 atau seri-5086. Alasannya, tanpa mengesampingkan faktor kimia dan metalurgi, bahwa seri aluminium tersebut sangat tahan terhadap korosi dan paling tahan bila terkena air garam dan bahan korosif lain pada lingkungan air laut. Lanjut Thahir, aluminium memiliki kekuatan dan elastisitas untuk digunakan pada konstruksi kapal. Aluminium adalah salah satu logam terbaik untuk penggunaan di laut khususnya terhadap serangan karat. “Aluminium yang tanpa di-coating telanjang-red akan membentuk lapisan aluminium oksida pada permukaannya yang menciptakan penghalang dan dapat mencegah logam aluminium dari korosi. Lapisan aluminium oksida dapat melakukan perubahan perbaikan dengan sendirinya,” ulasnya. Jika logam aluminium tersebut tetap bersih dan kering maka oksida akan berusaha mereformasi dan melindungi logam. Dengan alasan ini, maka tangki aluminium dan kapal umumnya tidak perlu dilakukan pengecatan. Bahkan tangki aluminium hampir tidak pernah dicat. “Hal terbaik adalah membiarkan tangki aluminium dalam keadaan telanjang,” tandasnya. Pengecatan tangki tidak akan memberikan perlindungan lebih daripada tidak dilakukan pengecatan. Sebenarnya proses untuk pengecatan aluminium sangat kompleks, misalnya pengecatan tangki bahan bakar kapal biasanya tidak atau jarang dilakukan dan tidak sepatutnya. Di sisi lain, kapal aluminium dapat menjadi agak lusuh setelah beberapa tahun dioperasikan sehingga pemilik kapal biasanya sering mengecat dan merapikannya. Masih kata Thahir, beberapa galangan kapal mengecat kapal aluminium dengan maksud untuk membuatnya lebih menarik dan stylish. Bila pengecatan dilakukan oleh orang yang professional di bidang pengecatan dan faham tentang logam aluminium maka pengecatan bisa bertahan selama bertahun-tahun. “Tetapi jika tidak dilakukan atau diterapkan dengan cara yang benar, maka cat akan segera mulai terjadi chipping dan terkelupas serta tampak lebih jelek daripada aluminium yang telanjang,” paparnya. Proses yang harus digunakan untuk mendapatkan kualitas yang akan terlihat baik dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun, bila mengecat kapal aluminium adalah harus disadari akan muncul kembali ke lapisan oksida. Kebanyakan cat tidak akan menempel ke aluminium karena lapisan oksida. “Jadi logam aluminium harus siap untuk menerima cat dengan cara membersihkan dan menghilangkan kotoran, adanya cat sebelumnya, minyak, lemak, dan apa pun yang ada pada logam aluminium serta secara kimia, menghilangkan oksida,” pungkasnya. Amr Sumber Pengelasan adalah salah satu metode penyambungan dua material atau lebih, dengan tanpa menggunakan atau dengan menggunakan material tambahan yang dicairkan sebagian pada letak sambungan kampuh sehingga menghasilkan sambungan yang kontinyu. Material aluminium merupakan logam kedua setelah baja yang digunakan untuk pembuatan konstruksi kapal. Aluminium secara visual berwarna putih kebiru-biruan. Aluminium adalah salah satu logam yang memiliki sifat resistensi yang baik terhadap korosi. Selain sifatnya yang tahan korosi, aluminium juga memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan baja, sehingga aluminium sering digunakan sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan kapal. Aluminium terdiri dari beberapa kelompok yang dibedakan berdasarkan paduan penyusunnya. Penambahan paduan ini akan menghasilkan sifat yang berbeda pula. Aluminium 5083 merupakan paduan aluminium dengan magnesium Mg, paduan ini memiliki sifat tidak dapat diperlakukan-panas, tetapi memiliki sifat baik dalam daya tahan korosi terutama korosi oleh air laut dan sifat mampu las Al-Mg banyak dipakai untuk konstruksi umum termasuk konstruksi kapal. Pada umumnya pengelasan aluminium menggunakan proses las GMAW Gas Metal Arc Welding dengan jenis MIG Metal Inert Gas maupun dengan proses las GTAW Gas Tungsten Arc Welding. Berikut penjelasan dari metode pengelasan tersebut 1. GMAW Gas Metal Arc Welding Pengelasan aluminium dengan metode GMAW Gas Metal Arc Welding adalah salah satu jenis proses penyambungan bahan logam yang menggunakan sumber panas dari energi listrik yang diubah menjadi energi panas, pada proses las GMAW ini menggunakan kawat las yang digulung dalam suatu roll dan menggunakan gas sebagai pelindung logam las yang mencair saat proses pengelasan berlangsung. Proses pengelasan GMAW ini terjadi karena adanya perpindahan ion anoda dan katoda pada logam induk base metal dan logam pengisi filler metal sehingga menyebabkan timbulnya energi panas yang menyebabkan logam induk base metal dan logam pengisi filler metal mencair. Sumber Untuk pengelasan aluminium digunakan metode pengelasan MIG Metal Inert Gas yang merupakan jenis pengelasan GMAW yang menggunakan gas pelindung Argon dan Helium, karena penggunaan inert gas gas mulia ini maka disebut dengan Las MIG Metal Inert Gas. 2. GTAW Gas Tungsten Arc Welding Metode yang lain untuk pengelasan aluminium adalah proses las GTAW Gas Tungsten Arc Welding atau juga disebut proses las TIG Tungsten Inert Gas. GTAW adalah proses pengelasan busur listrik yang menggunakan elektroda tak terumpan atau tidak ikut mencair. Pada pengelasan GTAW ini elektroda atau tungsten ini hanya berfungsi sebagai penghasil busur listrik saat bersentuhan dengan benda kerja, sedangkan untuk logam pengisi adalah filler rod. Pengelasan GTAW ini juga sering disebut dengan Las Argon, hal tersebut dikarenakan gas pelindung yang digunakan adalah gas Argon. Sumber Parameter penting dalam pengelasan aluminium agar hasil pengelasan baik diantaranya Persiapan pengelasan aluminium, terutama pembersihan permukaan aluminium yang akan di las dimana lapisan tipis aluminium oksida Al2O3 yang memiliki temperatur lebur sekitar 2050 dapat menyebabkan kegetasan di kampuh lasan weld metal apabila tidak panas heat input tertentu dan faktor parameter ini dipengaruhi oleh arus, tegangan dan kecepatan las. Serta jenis nyala api untuk pengelasan dengan proses kawat las filler metal dengan pelindung harus baik terutama dalam melindungi masuknya gas hidrogen yang mengakibatkan jenis sambungan las. Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya cacat las pada hasil pengelasan aluminium diantaranya Melakukan pengelasan dengan kondisi logam pengisi filler metal terkontaminasi dengan air, cat, atau las yang kotor oleh air, minyak, cat dan kotoran-kotoran yang lain yang dapat menyebabkan terbentuknya gas bila terjadi gas yang terjepit atau rusak sehingga tidak memberikan aliran shielding gas yang gas terlalu tinggi. Kelembaban udara sekitar juga dapat menyebabkan masalah, seperti terjadinya embun pagi. Hembusan angin atau udara yang dapat mengganggu aliran shielding gas selama proses pengelasan. Aliran udara ini jika melebihi dari 4 sampai 5 mil per jam, dapat mempengaruhi proses pengelasan. Untuk mengurangi potensi terjadinya cacat las, proses pengelasan aluminium untuk pembangunan kapal hendaknya dilakukan di dalam workshop. TaggedGMAWKONSTRUKSI KAPALLAS ALUMUNIUMMETODE PENGELASANMETODE PERBAIKAN KAPALPENGELASAN ALUMUNIUMPERBAIKAN PERAWATAN KAPALTEKNIK PENGELASAN ALUMUNIUM membantu galangan kapal indonesia untuk menjangkau pelanggannya di seluruh wilayah dan solusi shipowner untuk dapat menemukan dock space di galangan yang sesuai dengan jadwal dan fasilitas yang dibutuhkan bagi armadanya semudah ISI, CARI dan TEMUKAN. Temukan juga kemudahan mencari penyedia kebutuhan kapal dimanapun melalui website kami. Pemeliharaan kapal aluminium pada umumnya sama seperti pada pemeliharaan kapal baja. Pemeliharaan kapal aluminium dilakukan secara berkala sesuai dengan penjadwalan dari Sistem Pemeliharaan terencana atau Planned Maintenance System. Perbedaan pemeliharaan kapal aluminium dengan kapal baja terletak pada pemeliharaan pelat lambung dimana material aluminium tidak perlu dilakukan pengecatan. Pada umumnya material aluminium mempunyai ketahanan terhadap korosi yang sangat baik, maka tidak diperlukan pengecatan pada lambung kapal. Kapal dengan konstruksi aluminium apabila dirancang dan dipelihara dengan tepat dapat beroperasi dengan baik selama bertahun-tahun dengan minimum permasalahan yang muncul. Ada banyak kapal dengan konstruksi aluminium telah beroperasi lebih dari 30 tahun atau lebih beroperasi dengan baik dengan bukti sedikit timbulnya korosi ataupun retak pada struktur kapal. Namun ada beberapa jenis aluminium alloy yang lebih rentan terhadap korosi maka diperlukan pelapisan untuk melindungi lambung kapal. Beberapa kapal aluminium di bagian atas garis air waterline dilakukan pengecatan untuk tujuan estetika, untuk pengecatan di bagian bawah garis air bertujuan untuk melindungi dari fouling. Pengecatan juga dilakukan pada tangki-tangki dengan konstruksi aluminium, contohnya sewage tank dan gray water tanks, ini bertujuan untuk melindungi dari korosi yang berasal dari sifat alami cairan yang ada di tangki tersebut. Walaupun jenis aluminium alloy dengan kode seri 5xxx umumnya tidak perlu dilakukan pengecatan untuk menghindari korosi, apabila dikehendaki dilakukan pengecatan maka harus dilakukan dengan tepat jika tidak tepat akan menimbulkan korosi. Mengutip dari rules badan klasifikasi asing Bureau Veritas – Hull in Aluminium Alloys, Design Principles, Construction and Survey – December 2017, perlindungan terhadap korosi pada kapal aluminium tidak termasuk cakupan Badan Klasifikasi Kapal. Ini merupakan kewajiban dari pemilik kapal dan pembuat kapal untuk memastikan perlindungan material terhadap berbagai macam jenis korosi pada konstruksi aluminium alloy di perairan laut. Prinsip dasar yang dapat diikuti untuk pemeliharaan kapal aluminium yang bertujuan memastikan perlindungan terhadap korosi diantaranya Pemilihan material aluminium alloy yang tepatDesain structural yang menghindari adanya air laut yang terjebak contohnya drain hole, wells, dsbKontrol dari resiko galvanic corrosionPengeringan air laut yang menggenang dan humidity retention zones Inspeksi rutin pada zona yang sensitif seperti pada letak baterai, sambungan heterogeneous, dsbPerawatan rutin pada protective anodes Sesuai dengan peraturan, lapisan pelindung korosi diminta untuk struktur aluminium alloy dengan seri 6xxx pada daerah yang kontak langsung dengan air laut untuk menghindari resiko korosi Namun demikian, material aluminium dapat sangat rentan terhadap retak akibat fatigue. Retak pada struktur dapat terjadi terutama pada kapal material baja yang menggunakan material aluminium sebagai konstruksi deck house. Banyak sumber penyebab korosi dalam aluminium, terutama galvanic corrosion, yang cenderung cepat dan terkonsentrasi, umumnya membutuhkan tindakan segera untuk mengembalikan kekuatan struktural. Secara umum ada 3 penyebab dari munculnya retak pada konstruksi aluminium diantaranya Retak pada sambungan lasRetak yang disebabkan fatigue yang dikarenakan konsentrasi tegangan atau detail dari struktur yang burukKorosi Apabila terjadi retak pada konstruksi lambung maka dilakukan perbaikan kapal aluminium dengan cara melakukan pengelasan pada area retak ataupun dengan memberi doubling plate. Hampir sama dengan perbaikan kapal baja, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perbaikan kapal aluminium diantaranya Pada saat struktur lambung kapal yang termasuk dalam cakupan klasifikasi yang mengalami perbaikan, pekerjaan perbaikan kapal yang dilakukan harus dibawah pengawasan surveyor dari badan klasifikasi kapal harus dilakukan di bengkel, galangan atau personel yang harus dapat menunjukkan kemampuannya untuk melakukan perbaikan lambung kapal sesuai dengan standar mutu yang disyaratkan oleh badan klasifikasi kapal harus dilakukan di kondisi akses yang tepat, cukup pencahayaan dan ventilasi yang baik. Proses pengelasan harus terlindung dari hujan, salju atau struktur lambung dilakukan oleh welder berkualitas, sesuai dengan prosedur pengelasan dan welding consumable yang disetujui oleh badan klasifikasi kapal. Pengerjaan pengelasan harus diawasi dengan tepat oleh pihak galangan. Berikut beberapa referensi galangan kapal di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kapal aluminium diantaranya Wilayah Jakarta dan sekitarnyaPT. Daya Radar UtamaPT. Caputra Mitra SejatiPT. Tesco Indomaritim Wilayah Surabaya dan sekitarnyaPT. Fireboat IndonesiaPT. Dumas Tanjung Perak ShipyardPT. Orela ShipyardPT. Adiluhung Sarana Segara IndonesiaPT. Surabaya Marine KalimantanPT. Eka Multi Bahari KCT GroupPT. Muji Rahayu Marine ShipyardPT. Lims Nautical ShipyardPT. Asian Fast MarinePT. Marinatama GemanusaPT. Batam Expresindo Shipyard TaggedKAPAL ALUMINIUMKONSTRUKSI KAPAL ALUMINIUMPEMELIHARAAN KAPALPERBAIKAN KAPALPERBAIKAN KAPAL LAUTSISTEM MANAJEMEN PEMELIHARAAN KAPALSISTEM PEMELIHARAAN KAPAL membantu galangan kapal indonesia untuk menjangkau pelanggannya di seluruh wilayah dan solusi shipowner untuk dapat menemukan dock space di galangan yang sesuai dengan jadwal dan fasilitas yang dibutuhkan bagi armadanya semudah ISI, CARI dan TEMUKAN. Temukan juga kemudahan mencari penyedia kebutuhan kapal dimanapun melalui website kami.